Sabtu, 08 Oktober 2016

Model Pembelajaran

Model Pembelajaran PPSI

            PPSI merupakan bentuk model perencanaan pembelajaran yang diatur menurut sistem sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam mencapai tujuan. PPSI singkatan dari Prosedur, Pengembangan, Sistem dan Instruksional. Prosedur dalam pembelajaran ini adalah mempunyai tahap kegiatan untuk menyelesaikan aktifitas, lalu Pengembangannya yaitu tumbuh teratur untuk menjadikan lebih baik, kemudian Sistem dalam PPSI adalah kesatuan fungsi dari komponen-komponen dan dari Instruksionalnya yang berhubung dengan proses pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan PPSI adalah suatu langkah-langkaha pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai suatu sistem dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien. Langkah-langkah penyusunan perencanaan pembelajaran PPSI sebagai berikut:
1.       Menentukan tujuan
Sebelum memulai pembelajaran, pendidik harus menentukan tujuan dengan melakukan
a.       Perumusan yang operasional
b.      Berbentuk hasil belajar
c.       Berbentuk tingkah laku siswa
d.      Hanya ada satu tingkah laku
2.      Pengembangan alat evaluasi
Pengembangan alat evaluasi ini ditujukan untuk mengukur dan menilai seberapa jauh kemampuan yang telah dikuasai pembelajar. Hal yang dilakukan dalam pengembangan alat evaluasi ini adalah menentukan jenis tes yang akan digunakan dan menyusun untuk menilai tiap tujuan.
3.      Kegiatan belajar mengajar
Pembelajar menetapkan kegiatan belajar yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, penentuan kegiatan belajar dilakukan dengan bertahap sebagai berikut:
a.       Merumuskan kemungkinan untuk mencapai tujuan
b.      Menetapkan KMB
c.       Menetapkan kegiatan yang ditempuh
4.      Pengembangan program
Setelah kegiatan belajar di putuskan, maka selanjutnya untuk memastikan tercapainya kegiatan belajar tersebut di lakukan, harus di tentukan program kegiatan yang menjamin terlaksananya kegiatan belajar. Kegiatannya sebagai berikut :
a.       Merumuskan materi
b.      Menetapkan metode
c.       Memilih media
d.      Membuat jadwal
5.     Pelaksanaan
Tahap akhir dari penyusunan pembelajaran ini adalah pelaksanaan yang sering disebut implementasi. Langkah terakhir dengan melakukan tahapan sebagia berikut:
a.       Mengadakan tes awal
b.      Menyampaikan materi pelajaran
c.       Mengadakan tes akhir
d.      Perbaikan

Kelebihan dan kekurangan Model PPSI
Kelebihan
Kekurangan
Tepat digunakan sebagai dasar sistem pembelajaran.
Memerlukan waktu, tenaga, pikiran yang lebih karena guru harus memberikan pre-test dan post-test untuk setiap unit pelajaran.
Lebih lengkap dan sistematis

Dilakukan revusu berdasarkan penilaian, saran, dan masukan para ahli.




Model Pembelajaran PBTE

Sejarah dari PBTE atau Performance Basic Teacher Education lahir sebagai bentuk perbaikan dan kekurangan CBTE. Perencanaan pembelajaran PBTE adalah Pengembangan program instruksional dilaksanakan dengan pendekatan sistematik. Pendekatan ini mempertimbangkan semua faktor dan komponen yang ada sehingga pelaksanaan program akan berjalan secara efisiensi dan efektif. Berdasarkan pola pendekatan tersebut maka sistem instruksional dikembangkan melalui prosedur sebagai berikut:
1.      Merumuskan asumsi-asumsi secara jelas, ekspilisit dan khusus.
Asumsi-asumsi tersebut dirumuskan berdasarkan pada pokok-pokok pikiran yang bertalian dengan beberapa hal, yaitu:
a.       Keyakinan tentang masyarakat, pendidikan dan belajar.
b.      Pandangan tentang peranan guru dalam sistem intruksional.
c.       Penjabaran ciri-ciri khusus dan berbagi hambatan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan program.
2.      Mengidentifikasi kompetensi.
Terdapat enam jenis pendekatan yang dapat digunakan untuk merumuskan kompetensi, yaitu sebgai berikut:
a.       Menerjemahkan pelajaran yang telah menjadi sejumlah kompetensi yang tujuan tingkah lakunya harus diteliti kembali.
b.      Pendekakatan analisis tugas yang harus dikerjakan, lalu ditentukan peran-peran apa yang diperlukan, lalu ditentukan jenis-jenis kompetensi yang dituntut tersebut.
c.       Pendekatan kebutuhan siswa di sekolah berdasarkan ambisi, nilai dan prespektif para siswa.
3.      Merumuskan tujuan-tujuan secara deskriptif.
Kompetensi yang telah ditentukan kemudian dirumuskan lebih khusus, lebih eksplisit menjadi tujuan-tujuan yang dapat diamati, dapat diukur berdasarkan kreteria tertentu.
4.      Menentukan tingkat-tingkat kriteria dan jenis assement.
 Dengan kriteria ini dapat ditentukan tingakat keberhasilan tentang sejauh mana suatu tujuan telah dicapai.
5.      Pengelompokan dan penyusunan tujuan-tujuan pelajaran berdasarkan urutan pikologis untuk mencapai maksud instruksional.
6.      Mendesain strategi instruksional.
Beberapa strategi dapat pula dirancang oleh guru, contohnya dengan ceramah.

Adanya elemen dari Model Pembelajaran PBTE
1.      Kompetensi-kompetensi yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku.
2.      Kriteria yang digunakan untuk menilai kompetensi
3.      Penilaian terhadap kompetensi siswa

Kelebihan dan kekurangan Model PBTE
Kelebihan
Kekurangan
Guru lebih siap mental mengajar disekolah
Tidak adanya interaksi dengan murid sesunguhnya
Guru menguasai teori dan praktik pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan siswa





Model Pembelajaran Davis

Teknik merancang sistem belajar berlangsung dalam tahap-tahap sebagai berikut:
1.     Penetapan status sistem pengajaran
Semua usaha perancangan suatu sistem senantiasa dimuali dari menetapkan kedudukan sistem pengajaran yang ada saat ini, baik input, output maupun operasinya. Dalam penetapan sistem pengajaran ini dilakukan juga observasi, karateristik, sumber atau personal dan strategi.
2.       Perumusan tujuan pengajaran
Tujuan terpenting adalah menentukan urutan bahan yang akan disampaikan, metode mengajar dan prosedur evaluasi  yang akan dikembangkan. Tujun mengandung makna yang penting dalam rangaka menentukan  prosedur intsruksional yang akan ditempuh oleh guru. 
3.    Perencanaan dan pelaksanaan evaluasi
Setiap perumusan tujuan belajar bagi siswa senantiasa harus disertai dengan perencanaan evaluasi instruksional. Meskipun masalah evaluasi merupakan masalah akhir yang perlu dirancang sebelumnya. Sebelum pembelajaran dilakukan sebaiknya dibuat tahapan-tahapan sebagai berikut:
a.       Tujuan pembelajaran
b.      Pencapaian peserta didik
c.       Produk kerja
d.      Prosedur mengajar
4.      Deskripsi dan pengkajian ulang
Identifikasi langkah-langkah ahli dalam melakukan pengkajian ulang yaitu:
a.       Tugas Tindakan (task action) adalah seperangkat langkah yang dirumuskan secara jelas dan dapat diamati serta dapat diperinci menjasi subtugas-subtugas.
b.      Tugas Kognitif (cognitive task) adalah kegiatan-kegiatan yang dilakuakn secara mental yang umumnya tidak dapat diamati.
5.      Pelaksanaan prinsip belajar
Setelah sudah dilakukan tahapan sebelumnya langkah akhir dari model PBTE adalah melaksanakan prisip belajar yaitu dilakukannya:
a.       Mengajarkan keterampilan
b.      Membuat tugas
c.       Memotivasi siswa